RSS

Wajah Sinetron Indonesia

11 Jun

Alur Ceritanya Tak secantik Dan Setampan Pemerannya

Berkembangnya industri pertelevisian yang muncul di Indonesia diharapkan mampu menjadi media pembelajaran yang baik untuk masyarakat luas, karena salah satu media belajar yang mudah dimengerti dan cepat dipahami adalah melalui media Audio Visual.

Contoh kongkrit yang ada di lingkungan kita, tayangan iklan yang sering muncul di layar kaca kita setiap harinya, dengan mudah dan cepatnya bocah balita menirukan perkataan dan gerakan yang ditampilkan dalam tayangan iklan tersebut. mungkin bisa dikarenakan tingkat kecerdasan dan perkembangan balita saat ini jauh berbeda saat jaman kita dulu.

Berkaca pada hal tersebut, dengan semakin cerdasnya generasi penerus kita dalam menangkap sesuatu yang ada di depannya, baik itu nyata ataupun tidak, sebaiknya mulai sekarang kita harus lebih waspada dan wajib mendampingi putra putri kita di depan layar televisi, apalagi saat mereka sedang asyik menonton sinetron.

Sinetron yang bercerita roman, laga, sejarah, remaja bahkan religi dan misteri sudah menjadi tontonan sehari-hari khususnya bagi ibu rumah tangga dan anak-anak, membuat kita merasa miris apabila anggota keluarga kita menyaksikan sinetron dengan cerita yang sangat diluar nalar kita, yang seolah-olah ceritanya tampak sekali mengada-ngada tanpa ada unsur pendidikannya yang positif.

“Sangatlah tidak mendidik, itulah kata kata yang tepat untuk wajah sinetron di Indonesia, karena yang disuguhkan didepan mata hanyalah intrik, adegan caci maki, perselingkuhan, berebut warisan, pamer harta, rebutan pacar, sampai- sampai adegan rebutan suami/istri orang juga ada dalam ceritanya, gaya hidup hedon yang serba wah, seks bebas”

Dalam cerita sinetron yang bertema anak sekolah saja, tidak pernah saya temukan sebuah persaingan sehat dalam mengukir prestasi secara wajar apa adanya, kalaupun ada cerita semacam itu pasti persaingannya menonjolkan kecurangan dalam meraih prestasi.

Apakah itu layak apabila ditonton oleh anggota keluarga kita khususnya anak-anak kita ?… tentu sangat tidak layak bagi perkembangan mental penontonnya yang rata-rata masih anak-anak.

Apakah tema-tema yang diangakat dengan menampilkan kehidupan kota dengan segala gemerlapnya yang menipu, rumah mewah, pakaian-pakaian yang terlalu mengundang nafsu penonton, mampu mendongkrak rating sinetron tersebut ?… apabila jawabnya ya, dari segi mana penilaian rating tersebut.

Sinetron janganlah terlalu mengumbar kekerasan, perselisihan, kisah cinta berlebihan dan seks bebas dalam ceritanya, karena kita bukanlah negara barat, cobalah berkaca pada adat ketimuran negara kita dan nilai-nilai kehidupan yang wajar.

Coba kita flashback ke belakang, kita perhatikan cerita-cerita sinetron yang pernah di ditayangkan oleh TVRI, seperti Jendela Rumah Kita dan Rumah Masa Depan, Serta Cerita Sinetron Keluarga Cemara dan Si Doel Anak Sekolahan yang ditayangkan RCTI. Bukankah cerita tersebut memiliki nilai-nilai kehidupan dan nilai edukasi buat para penontonnya.

Saya berkeyakinan apabila para produser sinetron mampu berkaca pada cerita yang mengangkat nilai kehidupan yang wajar apa adanya tanpa dibuat-buat, sinetron Anda pasti mendapat rating tertinggi.

Saran untuk Stasiun Televisi, janganlah menayangkan sinetron yang berakibat menjerumuskan dan membodohi masyarakat yang menonton, cerdaskanlah bangsa dan generasi kita dengan tayangan yang mengangkat tema cerita lebih mendidik.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 06/11/2012 in Blogholic, ideaholic, newsholic

 

Tag: , , , ,

4 responses to “Wajah Sinetron Indonesia

  1. ocheezz

    06/19/2012 at 11:20 AM

    yup..sangat setuju sekali dengan apa yang sudah dituliskan di blog ini, sinetron di indonesia sepertinya tidak menggambarkan apa yg menjadi realita kehidupan masyarakatnya..lebih kebanyakan bercerita layaknya seperti dongeng

     
    • Dedy Javana

      06/20/2012 at 2:10 AM

      Sip..
      Sebenarnya kan masih banyak cerita yg bisa diangkat untuk menjadi sebuah cerita yang menarik, apalagi Indonesia punya banyak keragaman budaya, suku, etnis, bahasa, dan lain-lain, yg lebih menarik untuk dijadikan sebuah cerita.

       
  2. Anonim

    06/19/2012 at 12:36 PM

    Sinetron semua sampah,,,, menampilkan kekuasaan, kekayaan, dan banyak bahasa yang sangat tidak pantas

     
    • Dedy Javana

      06/20/2012 at 2:04 AM

      mantab… yg gak habis pikir tuh… kenapa kok stasiun TV masih banyak menayangkan sinetron-sinetron yang gak bermutu ya ?…
      Sebenarnya yang bodoh tuh Stasiun TV-nya ato Stasiun Tv-nya memang punya niat untuk membodohi masyarakat lewat sinetron-sinetron yang ditayangkan?..

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: