RSS

Monotonnya Smartphone BlackBerry

22 Jun

Kurang Inovatif Atau Hanya Sekedar Mengandalkan BBM 

Pangsa Pasar Blacberry di Indonesia memang harus diakui, mendapat tempat tersendiri. Meski pada mulanya ponsel ini ditujukan untuk pelanggan dari kalangan bisnis, namun dalam perjalanan dan perkembangannya Smartphone yang satu ini seolah telah menjadi symbol bagi masyarakat menengah ke atas, bahkan sampai saat inipun hampir menyentuh keseluruh lapisan masyarakat, karena trend BBM (BlackBerry Messenger) yang seolah sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Sayangnya di balik trend tersebut Blackberry masih memiliki sejumlah kelemahan. Berikut adalah beberapa kelemahan Blackberry:

  1. Fitur terbatas. Dibandingkan dengan kompetitornya seperti Android, Symbian atau Windows Phone fitur yang tersedia dalam Blackberry memang sangat terbatas. Pada umumnya prosesor Blackberry masih menggunakan frekuensi 1 GHz dan untuk mendapatkan Blackberry dengan fitur yang paling canggihpun, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal jika dibandingkan smartphone lain yang berfitur seimbang.
  2. Development masih minim. Pada setiap peluncuran Blackberry seri terbaru umumnya hampir tidak ada inovasi baru yang ditawarkan oleh RIM. Paling hanya pada perbedaan casing yang tidak signifikan, versi OS atau pada fungsi navigasi kamera dan sejenisnya.
  3. Model terbatas. Kecuali beberapa seri yang menggunakan touchscreen memang kebanyakan Blackberry memiliki desain yang khas, untuk tidak mengatakan monoton: yaitu menggunakan keypad qwerty. Padahal smartphone lain berlomba-lomba membuat desain dan interface yang lebih menarik jika dibandingkan dengan Blackberry.
  4. Blackberry service yang masih mahal. Untuk dapat menikmati layanan paket Blackberry Internet Service secara unlimited, saat ini pelanggan masih harus mengeluarkan biaya yang relative lebih mahal jika dibandingkan dengan paket internet pada smartphone lain. Belum lagi jika pelanggan menggunakan layanan streaming dan modem maka masih dikenakan biaya tambahan yang akan membuat biaya lebih membengkak.
  5. Minimnya aplikasi gratisan. Tidak seperti pada smartphone yang bekerja dengan Android yang menyediakan ratusan bahkan ribuan aplikasi menarik yang dapat diunduh secara gratis di Market, hal itu tidak tersedia pada pengguna Blackberry. Hingga saat ini tidak banyak pengembang yang menawarkan aplikasi gratisan di Blackberry. Kalaupun ada maka aplikasi tersebut harus diunduh dengan membayar atau aplikasi yang bersifat terbatas.

Sumber : www.mobiletopsoft.com

 
 

Tag: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: